9/09/2013

kerajaan singosari

Kerajaan Singosari
By:Arya


  A.Gambaran umum singosari
Sejarah Kerajaan Singasari berlangsung dari tahun 1222 sampai dengan 1292 atau selama 70 tahun. Meskipun usianya tidak sampai satu abad, Singasari dicatat sebagai kerajaan besar. Singasari merupakan kerajaan-antara. Artinya sebelum Singasari ada kerajaan Kediri. Sesudah Singasari lahir kerajaan Majapahit. Jadi kerajaan Singasari merupakan mata rantai antara kerajaan Kediri dengan kerajaan Majapahit. Pada masa akhir kerajaan Kadiri daerah Tumapel yang teretak di sebelah Timur gunung Kawi, merupakan sebuah daerah yang dikepalai oleh seorang Akuwu bernama Tunggul Ametung. Daerah Tumapel ini termasuk ke dalam wilayah kekusaan Kertajaya (Dandang Gendis) dari Daha (Kadiri). Berapa lama Tunggul Ametung menjadi Akuwu di Tumapel tidak kita ketahui dengan pasti. Kedudukannya sebagai akuwu Tumapel kemuadian berakhir setelah ia dibunuh oleh Ken Arok. Sepeninggal Tunggul Ametung, Ken Aroklah yang menjadi penguasa baru di Tumapel.
Menurut kitab Pararaton Ken Arok adalah penjelmaan kembali seseorang yang pada waktu hidupnya di dunia merupakan seorang yang bertingkah lku tidak baik, tetapi karena ia sanggup dijadikan korban untuk dewa penjaga pintu, maka ia dapat kembali ke Wisnubhawana. Ken Arok dilahirkan di desa Pangkur, di sebelah Timur Gunung Kawi. Ibunya bernama Ken Endok, istri seorang petani bernama Gajah Para. Pada waktu Ken Endok hendak mengantarkan makanan untuk suaminya yang sedang bekerja di sawah, ia ditemui oleh dewa Brahma di Tegal Lalateng, sehingga akhirnya Ken Endok mengandung. Dewa Brahma kemudian berpesan padanya agar ia tidak lagi berhubungan dengan suaminya dan bayi yang dikandungnya itu kelak akan menjadi raja di Pulau Jawa, benama Ken Arok. Belum lima hari sejak peristiwa tersebut suaminya meninggal. Setelah tiba saatnya maka lahirlah bayi Ken Arok, dan kemudian dibuang oleh ibunya disebuah kuburan. Bayi Ken Arok yang dibuang itu mempunyai keistimewaan memancarkan sinar. Secara kebetulan pada malam harinya datanglah ke tempat tersebut seorang pencuri bernama Lambong. Terlihat olehnya sesuatu yang memancarkan sinar, lalu didekatinya dan tampaklah olehnya seorang bayi laki-laki yang sedang menangis. Dibawanya bayi itu ke rumahnya dan dijadikan anak angkat. Selanjutya kitab Pararaton menguraikan kisah kenakalan-kenakalan Ken Arok ketika masih muda.

B.    Sisilah raja di kerajaan singosari
Sejak berdiri tahun 1222 sampai runtuhnya tahun 1292, kerajaan Singasari hanya diperintah oleh 5 raja. Berturut-turut dari raja yang pertama sampai dengan raja yang kelima ialah :
1.      Sri Ranggah Rajasa atau Ken Arok (1222-1227)
2.      Anusapati ( 1227-1248)
3.      Tohjaya (1248)
4.      Sri Jasa Wisnuwardana (1248-1268)
5.      Kertanagara (1254/1268-1292)
Masing-masing raja memiliki riwayat atau sejarah sendiri-sendiri yang menarik. Akan tetapi yang paling terkemuka diantara kelimanya hanya dua orang. Keduanya ialah raja yang pertama : Rajasa (Ken Arok), dan raja yang kelima : kertanagara.
Rajasa adalah pendiri kerajaan Singasari. Ia pendiri dinasti Girindra (raja Gunung). Sedangkan Kertanagara adalah raja yang membawa Singasari ke puncak kejayaannya. Ia menurunkan raja-raja Majapahit.
C.   Kehidupan social
Setelah ketentraman dalam negri Singasari benar-benar terjamin, baru Kertanegara mengirimkan angkatan perangnya ke luar Negri. Pada tahun 1275 tentara Singasari dikirim ke Melayu. Ketika itu di Nusantara masih ada kerajaan Sriwijaya, hanya saja kekuasaannya dibagan barat sudah mulai mundur. Beberapa daerah sudah ada yang berani melepaskan diri. Melayu, misalnya sudah mulai berdiri sendiri.  Singasari ingin menggantikan kedudukan Sriwijaya sebagai satu-satunya kerajaan Nusantara. Tentara Singasari dikirim ke Melayu karena Kertanegara melihat daerah ini sebagai titik terlemah Sriwijaya. Kertanegara ingin menjadikan Melayu sebagai tumpuan utama kekuatan Singasari. Dengan menjadikan Melayu sebagai pangkalan, maka Singasari dapat mempercepat runtuhnya Sriwijaya.
   Pengiriman tentara Singasari ke Melayu itu terkenal dengan nama Pamalayu. Tentara singasari yang dikirim ke Melayu itu bertolak dengan kapal-kapal dari pelabuhan Tuban. Pelepasan tentara itu mempunyai arti yang sangat penting bagi Singasari. Terbukti patih Aragani memerlukan datang sendiri ke Tuban untuk mengantar tentara yang berangkat. Ternyata tentara yang berangkat itu merupakan tentara Singasari yang terbaik. Terbukti, nanti kemudian hari, keberangkatan mereka menyebabkan lemahnya ibukota Singasari sendiri. Apalagi tentara ini lama bertahan di Melayu dan baru kembali pada tahun 1293. Pada waktu itu Kertanegara sendiri sudah tidak ada lagi. Tentara Singasari tahun 1275 itu berhasil menundukkan Melayu. Pada tahun 1286 Kertanegara mendirikan sebuah arca di Darmasraya, Jambi. Arca itu adalah arca Amogapasa.
 Dalam agama Budha, Amogapasa adalah seorang dyanibodisatwa yang bertangan delapan. Ia menguasai mata angin di Barat. Amogapasa yang didirikan atas perintah Kertanegara itu tiruan dari Candi Jago. Seperti diketahui Candi Jago adalah makam ayah     Kertanegara, Wisnuwardana. Arca Amogapasa itu merupakan perwujudan Wisnuwardana. Jadi Kertanegara mendirikan arca ayahnya di daerah yang tunduk kepada Singasari. Arca Amogapasa yang didirikan itu, sebagai hadiah Kertanegara. Untuk hadiah itu, segenap lapisan rakyat Melayu, termasuk rajanya yang bernama Tribuwana Mauliwarmadewa, berterimakasih sekali.Sementara tentara Singasari masih berada di Melayu, pecah pemberontakan di Singasari. Pemberontakan itu terjadi pada tahun 1280 yang dipimpin oleh Mahisa Rangkah. Akan tetapi dengan tentara Singasari yang akhirnya pemberontakan dapat dibasmi.Setelah usaha pengacauan dalam negri yang dilakukan oleh Mahisa Rangkah itu berhasil digagalkan, Kertanegara kembali memusatkan perhatiannya ke luar yaitu ke Timur. Pada tahun 1284 Kertanegara mengiriman tentaranya ke Bali. Raja Bali berhasl ditawan dan dibawa menghadap Kertanegara untuk menyatakan tunduk kepada Singasari.

Politik penyatuan Nusantara Kertanegara ternyata berhasil. Perluasan ke barat, ke timur, ke utara, berhasil menambah luasnya daerah-daerah yang tunduk kepada Singasari. Pada titik puncak pemerintahan Kertanegara, wilaah singasari meliputi pula : Pahang, Sunda, Bakulapura (Tanjungpura) dan Gurun (Maluku). Usaha ini juga dilakuakn di zaman Majapahit. Sifat hubungan Kertanegara dengan raja-raja Nusantara lain yang ditundukkannya tidak seperti hubungan antara : tuan dan hamba budak. Kertanegara memberi keleluasaan kepada masing-masing raja itu untuk tetap berkuasa di daerahnya. Mereka hanya cukup menyatakan tunduk kepada Singasari.Sifat hubungan semacam ini meningkat dalam hubungan Kertanegara dengan negara tetangga, misalnya dengan sebuaah negara di Asia Tenggara, Campa. Politik Kertanegara tidak hanya penakhlukan-penakhlukan saja, tetapi juga merupakan persahabatan.Kertanegara masih mempunyai hubungan keluarga dengan raja Campa. Saudara perempuan Kertanegara yang bernama Putri Tapasi, kawin dengan raja Campa yang bergelar Jaya Singawarman III. Banyak yang mengatakan bahwa perkawinan itu adalah perkawinan politik. Pada saat itu Singasari dan Campa seadang sama-sama menghadapi raksasa dari utara yaitu Kiasar Kubilai Khan dari China.

9/04/2013

kerajaan mataram

Kerajaan Mataram
BY:ARYA
     A.Gambaran Umum Kerajaan Mataram

S
ebelum mengulas lebih jauh bagaimana kebijaksanaan para raja Kerajaan Mataram Kuno, kita ulas selintas sejarah kerajaan yang punya pengaruh nyata bagi kehidupan suku bangsa Jawa itu. Suatu bentuk imperium kekuasaan yang membentang dari wilayah Jawa Tengah hingga Jawa Timur. Kerajaan Mataram Kuno adalah kerajaan adigdaya yang meninggalkan banyak bukti arkeologis dari keberadaan mereka. Baik itu berupa prasasti maupun candi-candi megah nan indah yang hingga kini masih dapat dinikmati. Salah satunya adalah candi Borobudur dan Prambanan. Candi termengah dan terelok di dunia.
Selain bernama Kerajaan Mataram Kuno, kerajaan ini juga punya dua nama lain yang dikenal yakni Kerajaan Medang dan Kerajaan Mataram Hindu. Nama Kerajaan Medang banyak ditemukan di prasasti-prasasti hasil temuan para arkeolog.Sedangkan nama Kerajaan Mataram Kuno atau Kerajaan Mataram Hindu, mengacu pada salah satu daerah yang menjadi ibu kota kerajaan tersebut, yaitu Mataram. Ada pun penamaan di belakangnya yakni ‘Kuno’ atau ‘Hindu’, untuk membedakan dengan kerajan lain yang muncul beberapa abad kemudian, Kerajaan Mataram Islam.
Lalu, di mana letak wilayah bernama Mataram tersebut? Sebagian besar pakar sejarah menunjuk Kota Yogyakarta sebagai wilayah yang dikenal bernama Mataram. Dahulunya, daerah ini adalah pusat pemerintahan dari Kerajaan Mataram Kuno. Pusat kebudayaan dan bertahtanya para raja dari kerajaan penguasa tanah Jawa tersebut. Ibu kota awal dari berdirinya Kerajaan Mataram Kuno.Tetapi, dari beberapa prasasti yang telah ditemukan, ibu kota Kerajaan Mataram Kuno ternyata tak hanya ada di Mataram. Ada beberapa tempat yang pernah menjadi pusat pemerintahan. Mulai dari ‘Mamrati’ dan ‘Poh Pitu’, diperkirakan terletak di daerah Kedu. Lalu ‘Tamwlang’ (Tembelang), dan ‘Watugaluh’ (Megaluh). Keduanya nama daerah tersebut terletak di daerah Jombang, Jawa timur. Daerah terakhir adalah ‘Wwatan’ (Wotani), terletak di daerah Madiun, Jawa Timur.

B.Sisilah Raja
                Ke Berikut rincian dari nama-nama ibu kota dari Kerajaan Mataram Kuno berdasarkan prasasti-prasasti yang telah ditemukan dan bisa terbaca:

·         Medang i Bhumi Mataram (masa pemerintahan Raja Sanjaya).
·         Medang i Mamrati (masa pemerintahan Raja Rakai Pikatan).
·         Medang i Poh Pitu (masa pemerintahan Raja Dyah Balitung).
·         Medang i Bhumi Mataram (masa pemerintahan Raja Dyah Wawa).
·         Medang i Tamwlang (masa pemerintahan Raja Mpu Sindok).
·         Medang i Watugaluh (masa pemerintahan raja Mpu Sindok).
·         Medang i Wwatan (masa pemerintahan raja Dharmawangsa Teguh).
                Meskipun berganti-ganti nama ibu kota atau pusat pemerintahan, nama Mataram adalah nama yang lazim dipakai untuk menyebut nama kerajaan secara keseluruhan. Mataram pun jadi ikon dari kemegahan dan keagungan Kerajaan Mataram Kuno. Dari pergantian letak ibu kota tersebut, Kerajaan Mataram Kuno dibagi ke dalam dua periode, yakni periode Jawa Tengah dan Jawa Timur.Sejarah mencatat bahwa selama rentang kejayaan Kerajaan Mataram Kuno, ada tiga dinasti (wangsa) yang pernah berkuasa. Yaitu Wangsa Sanjaya dan Wangsa Sailendra pada periode Jawa Tengah, serta Wangsa Isyana pada periode Jawa Timur.
C. Kehidupan Social Keagamaan
Wangsa Sanjaya mengacu pada nama raja pertama Kerajaan Mataram Kuno, Raja Sanjaya yang menganut agama Hindu aliran Siwa. Dinasti berikutnya adalah Wangsa Sailendra yang beragama Buddha Mahayana. Pada masa kedua dinasti ini berkuasa (Wangsa Sanjaya dan Sailendra), pusat pemerintahan masih di wilayah Jawa Tengah (periode Jawa Tengah).Adapun pada masa dinasti terakhir yaitu Wangsa Isyana, pusat pemerintahan sudah berada di kawasan Jawa Timur (periode Jawa Timur). Dinasti yang didirikan oleh Mpu Sindok ini, membangun pusat pemerintahan di Tamwlang (Tembelang) sekitar tahun 929 Masehi.

Sejarah mencatat bahwa selama rentang kejayaan Kerajaan Mataram Kuno, ada tiga dinasti (wangsa) yang pernah berkuasa. Yaitu Wangsa Sanjaya dan Wangsa Sailendra pada periode Jawa Tengah, serta Wangsa Isyana pada periode Jawa Timur.Wangsa Sanjaya mengacu pada nama raja pertama Kerajaan Mataram Kuno, Raja Sanjaya yang menganut agama Hindu aliran Siwa.


Untuk selengkapnya:Free Download

9/02/2013

kerajaan Tarumanegara.

KERAJAAN TARUMANEGARABY:ARYA santiyabujangga


a.   Kerajaan Tarumanagara atau Kerajaan Taruma adalah sebuah kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah barat pulau Jawa, tepatnya dengan pusat di daerah Bogor pada abad ke-4 hingga abad ke-7 M. Kerajaan Tarumanegara sendiri memiliki wilayah kekuasaan yang cukup luas, yaitu mencakup hampir seluruh wilayah Jawa Barat, Banten, dan Jakarta sekarang.
b.   Kerajaan Tarumanegara adalah kerajaan bercorak Hindu tertua di Pulau Jawa dan di Nusantara yang meninggalkan catatan sejarah. Dalam catatan sejarah dan peninggalan artefak di sekitar lokasi kerajaan, terlihat bahwa pada saat itu Kerajaan Taruma adalah kerajaan Hindu beraliran Wisnu.
   RAJA-RAJA DI KERAJAAN TARUMANEGARATarumanegara sendiri hanya mengalami masa pemerintahan 12 orang raja. Pada tahun 669, Linggawarman, raja Tarumanagara terakhir, digantikan menantunya, Tarusbawa. Linggawarman sendiri mempunyai dua orang puteri, yang sulung bernama Manasih menjadi istri Tarusbawa dari Sunda dan yang kedua bernama Sobakancana menjadi isteri Dapuntahyang Sri Jayanasa pendiri Kerajaan Sriwijaya. Secara otomatis, tahta kekuasaan Tarumanegara jatuh kepada menantunya dari putri sulungnya, yaitu Tarusbawa.Kekuasaan Tarumanegara berakhir dengan beralihnya tahta kepada Tarusbawa, karena Tarusbawa pribadi lebih menginginkan untuk kembali ke kerajaannya sendiri, yaitu Sunda yang sebelumnya berada dalam kekuasaan Tarumanegara. Atas pengalihan kekuasaan ke Sunda ini, hanya Galuh yang tidak sepakat dan memutuskan untuk berpisah dari Sunda yang mewarisi wilayah Tarumanegara. Raja-raja Tarumanegara : 1. Jayasingawarman 358-3822. Dharmayawarman 382-3953. Purnawarman 395-4344. Wisnuwarman 434-4555. Indrawarman 455-5156. Candrawarman 515-5357. Suryawarman 535-5618. Kertawarman 561-6289. Sudhawarman 628-63910. Hariwangsawarman 639-64011. Nagajayawarman 640-66612. Linggawarman 666-669 SUMBER-SUMBER SEJARAH Bukti keberadaan Kerajaan Taruma diketahui melalui sumber-sumber yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Sumber dari dalam negeri berupa tujuh buah prasasti batu yang ditemukan empat di Bogor, satu di Jakarta dan satu di Lebak Banten. Dari prasasti-prasasti ini diketahui bahwa kerajaan dipimpin oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358 M dan beliau memerintah sampai tahun 382 M. Makam Rajadirajaguru Jayasingawarman ada di sekitar sungai Gomati (wilayah Bekasi). Kerajaan Tarumanegara ialah kelanjutan dari Kerajaan Salakanagara. Sedangkan sumber-sumber dari luar negeri yang berasal dari berita Tiongkok antara lain:Berita Fa-Hsien, tahun 414 M dalam bukunya yang berjudul Fa-Kao-Chi menceritakan bahwa di Ye-po-ti hanya sedikit dijumpai orang-orang yang beragama Buddha, yang banyak adalah orang-orang yang beragama Hindu dan sebagian masih animisme.Berita Dinasti Sui, menceritakan bahwa tahun 528 dan 535 telah datang utusan dari To- lo-mo yang terletak di sebelah selatan.Berita Dinasti Tang, juga menceritakan bahwa tahun 666 dan 669 telah datang utusaan dari To-lo-mo.  Maka berdasarkan sumber-sumber yang telah dijelaskan sebelumnya maka dapat diketahui beberapa aspek kehidupan tentang kerajaan Tarumanegara. Kerajaan Tarumanegara diperkirakan berkembang antara tahun 400-600 M. Berdasarkan prasast-prasati tersebut diketahui raja yang memerintah pada waktu itu adalah Purnawarman. Wilayah kekuasaan Purnawarman menurut prasasti Tugu, meliputi hampir seluruh Jawa Barat yang membentang dari Banten, Jakarta, Bogor dan Cirebon.   KEHIDUPAN KERAJAAN TARUMANEGARA KEHIDUPAN POLITIK Berdasarkan tulisan-tulisan yang terdapat pada prasasti diketahui bahwa raja yang pernah memerintah di tarumanegara hanyalah raja purnawarman. Raja purnawarman adalah raja besar yang telah berhasil meningkatkan kehidupan rakyatnya. Hal ini dibuktikan dari prasasti tugu yang menyatakan raja purnawarman telah memerintah untuk menggali sebuah kali. Penggalian sebuah kali ini sangat besar artinya, karena pembuatan kali ini merupakan pembuatan saluran irigasi untuk memperlancar pengairan sawah-sawah pertanian rakyat. KEHIDUPAN SOSIAL Kehidupan social kerajaan tarumanegara sudah teratur rapi, hal ini terlihat dari upaya raja purnawarman yang terus berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan kehidupan rakyatnya. Raja purnawarman juga sangat memperhatikan kedudukan kaum brahmana yang dianggap penting dalam melaksanakan setiap upacara korban yang dilaksanakan di kerajaan sebagai tanda penghormatan kepada para dewa. KEHIDUPAN EKONOMI Prasasti tugu menyatakan bahwavraja purnawarman memerintahkan rakyatnya untuk membuat sebuah terusan sepanjang 6122 tombak. Pembangunan terusan ini mempunyai arti ekonomis yang besar nagi masyarakat, Karena dapat dipergunakan sebagai sarana untuk mencegah banjir serta sarana lalu-lintas pelayaran perdagangan antardaerah di kerajaan tarumanegara denagn dunia luar. Juga perdagangan dengan daera-daerah di sekitarnya. Akibatnya, kehidupan perekonomian masyarakat kerajaan tarumanegara sudah berjalan teratur. KEHIDUPAN BUDAYA Dilihat dari teknik dan cara penulisan huruf-huruf dari prasasti-prasasti yang ditemukan sebagai bukti kebesaran kerjaan tarumanegara, dapat diketahui bahwa tingkat kebudayaan masyarakat pada saat itu sudah tinggi. Selain sebagai peninggalan budaya, keberadaan prasasti-prasasti tersebut menunjukkan telah berkembangnya kebudayaan tulis menulis di kerajaan tarumanegara. RUNTUHNYA KERAJAAN TARUMANEGARA Kerajaan Tarumanegara diperkirakan runtuh pada sekitar abad ke-7 Masehi. Hal ini didasarkan pada fakta bahwa setelah abad ke-7, berita mengenai kerajaan ini tidak pernah terdengar lagi baik dari sumber dalam negeri maupun luar negeri . Para ahli berpendapat bahwa runtuhnya Kerajaan Tarumanegara kemungkinan besar disebabkan karena adanya tekanan dari Kerajaan Sriwijaya yang terus melakukan ekspansi wilayah.

9/01/2013

Kerajaan Kutai

Kerajaan Kutai 
BY: ARYA.


Kerajaan Kutai (Kutai Martadipura) adalah kerajaan bercorak hindu yang terletak di muara Kaman, Kalimantan Timur, tepatnya di hulu Sungai Mahakam. Kerajaan Kutai berdiri sekitar abad ke-4. Nama kerajaan ini disesuaikan dengan nama daerah tempat penemuan prasasti, yaitu daerah Kutai. Hal ini disebabkan, karena setiap prasasti yang ditemukan tidak ada yang menyebutkan nama dari kerajaan tersebut. Wilayah Kerajaan Kutai mencakup wilayah yang cukup luas, yaitu hampir menguasai seluruh wilayah Kalimantan Timur. Bahkan pada masa kejayaannya Kerajaan Kutai hampir manguasai sebagian wilayah Kalimantan.

A. Sumber Sejarah
   
     Sumber yang mengatakan bahwa di Kalimantan telah berdiri dan berkembang Kerajaan Kutai yang bercorak Hindu adalah beberapa penemuan peninggalan berupa tulisan (prasasti). Tulisan itu ada pada tujuh tiang batu yang disebut yupa. Yupa tersebut adalah tugu batu yang berfungsi sebagai tiang untuk menambat hewan yang akan dikorbankan. Dari salah satu yupa tersebut diketahui Raja Mulawarman yang memerintah Kerajaan Kutai pada saat itu. Nama Mulawarman dicatat dalam yupa karena kedermawanannya menyedekahkan 20.000 ekor sapi pada Kaum Brahmana.


B. Kehidupan Politik

     Sejak muncul dan berkembangnya pengaruh hindu (India) di Kalimantan Timur, terjadi perubahan dalam kepemerintahan, yaitu dari pemerintahan suku dengan kepala suku yang memerintah menjadi kerajaan dengan seorang raja sebagai kepala pemerintahan dan mereka memuja dewa Siwa. Berikut beberapa raja yang pernah memerintah Kerajaan Kutai:


Raja-raja kerajaan kutai

Kerajaan Kutai memiliki sejarah yang cukup panjang, sehingga dalam setiap masa berganti seorang raja ke calon raja lainnya. Raja-raja kerajaan Kutai dari masa ke masa yaitu:

1. Raja Kudungga, gelar anumerta Dewawarman adalah Raja yang mendirikan Kerajaan Kutai

2. Raja Aswawarman (anak Kundungga)
Aswawarman adalah Anak Raja Kudungga.Ia juga diketahui sebagai pendiri dinasti Kerajaan Kutai sehingga diberi gelar Wangsakerta, yang artinya pembentuk keluarga. Aswawarman memiliki 3 orang putera, dan salah satunya adalah Mulawarman.

3. Raja Mulawarman (anak Aswawarman)
Mulawarman adalah anak Aswawarman dan cucu Kundungga. Sehingga awal-awal kerajaan Kutai berdiri dipimpin oleh kakeknya, lalu penerusnya bapaknya, dan diteruskan sang cucu. Dikatakan oleh para sejarahwan bahwa nama Mulawarman dan Aswawarman sangat kental dengan pengaruh bahasa Sanskerta bila dilihat dari cara penulisannya.

Kundungga adalah pembesar dari Kerajaan Campa (Kamboja) yang datang ke Indonesia. Kundungga sendiri diduga belum menganut agama Budha.

Dari yupa diketahui bahwa pada masa pemerintahan Mulawarman (Putra Aswawarman), Kerajaan Kutai mengalami masa keemasan. Wilayah kekuasaannya meliputi hampir seluruh wilayah Kalimantan Timur. Rakyat Kutai hidup sejahtera dan makmur.

Kerajaan Kutai seakan-akan tak tampak lagi oleh dunia luar karena kurangnya komunikasi dengan pihak asing, hingga sangat sedikit yang mendengar namanya.

4. Raja Marawijaya Warman
5. Raja Gajayana Warman
6. Raja Tungga Warman
7. Raja Jayanaga Warman
8. Raja Nalasinga Warman
9. Raja Nala Parana Tungga
10. Raja Gadingga Warman Dewa
11. Maharaja Indra Warman Dewa
12. Raja Sangga Warman Dewa
13. Raja Candrawarman
14. Raja Sri Langka Dewa
15. Rraja Guna Parana Dewa
16. Raja Wijaya Warman
17. Raja Sri Aji Dewa
18. Raja Mulia Putera
19. Raja Nala Pandita
20. Raja Indra Paruta Dewa
21. Raja Dharma Setia



Selengkapnya baca atau DOWNLOAD

8/26/2013

kerajaan salakanegara

KERAJAAN SALAKANEGARA
BY:ARYA





1. Profil umum
Salah satu wilayah pemukiman masyarakat yang terbesar di Pasundan  padawaktu itu adalah Teluk Lada Pandeglang Banten, yang merupakan pelabuhan alam yang banyak dikunjungi oleh pendatang dari pulau-pulau lain, seperti pendatang dari Bugis, Maluku, Lampung, Tumasik, Penang/Malaya, dan India. Perdagangan di Teluk Lada berupa hasil laut, bumi, hutan, ternak dan ikan darat. Hasil Bumi dengan komoditas utama lada, ditanam pnduduk di pedalaman Teluk Lada, dan datang dari pulau sebrang (Lampung). Hasil pertambangan seperti besi, tembaga, emas dan perak yang dikelola secara tradisional, jarang diperjualbelikan (timbal balik) oleh penduduk kepada pihak luar. Hasil pertambangan itu dipakai sendiri untuk bahan pembuatan alat-alat pertanian, alat keperluan sehari-hari, senjata dan perhiasan.Perdagangan dengan pihak luar disebabkan karena adanya kebutuhan penduduk pada kain (dari india), keramik Cina dari para pedagang Tumasikdan Penang, dan barang-barang lainya yang belum dapat dibuat oleh para penduduk Teluk Lada. pemimpin di Teluk Lada itu adalah Datu Tirem, yang pada mulanya merupakan seorang pendatang dari Sumatra/Melayu, kemudian menjafi pemimpin pada kelompok itu, dan beristrikan wanita pribumi Teluk Lada.
Sekitar tahun 128, datanglah rombongan bangsawan dari India yang dipimpin Dewawarman, kerabat keraton kerajaan Calankayana di India, ia mengemban misi dari rajanya untuk mencari "vazal" (daerah pengaruh) Calankayana di luar India, dalam rombongan itu dibawa pula para pendeta untuk menyebarkan agama Hindu. Keberadaan Dewawarman di Teluk Lada membawa manfaat sangat besar bagi Datu Tirem dan para penduduknya , sosok pangeran itu menarik hati Datu Tirem dan rakyatnya, disamping itu ia berhasil pula mengatasi kesulitan yang dialami komunitas penduduk Teluk Lada, diantaranya mengusir Bajak Laut yang selalu mengganas di Selat Sunda, yang menjadi gangguan keamanan bagi para pedagang dan membantu memperbaiki sistem pemerintahan, pertanian, petrambangan dan perdagangan. Para pendeta yang dibawanya dari India menyebarkan agama Hindu pada penduduk setempat sehingga agama hindu mulai dianut para penduduk Teluk Lada dan mempengaruhi pola budayanya. Dengan adanya Dewawarman dan saudara-saudaranya, kemakmuran penduduk Telok Lada meningkat dengan pesat.

2.Kehidupan sosial keagamaan.
Delawarean akhirnya menikah dengan Larasati putri Datu Tirem, kemudian Datu Tirem menyerahkan kedudukanya kepada Dewawarman, selanjutnya sebagai ahli pemerintah pada tahun 130 mendirikan kerajaan Salakanagara, dan istrinya menjadi permaisuri dengan gelar Dewi Dwani Rahayu. Dengan inti pasukan yang dibawa dari Calankayana, ditambah tenaga dari penduduk setempat, Dewawarman membentuk balatentara Salakanagara, dan menyatukan satuan-satuan kecil penduduk sampai ke pedalaman-pedalaman di utara, selatan dan timur Salakanagara sekaligus memperluas wilayahnya. Sehingga pada masa pemerintahanya Salakanagara membentang dari pantai Selat Sunda, pantai selatan (Kabupaten lebak sampai Cianjur sekarang), pantai uatara Jawadwipa (sampai tepi barat sungai Citarum), sekaligus dengan pedalamanya. Perluasan itu dimungkinkan, karena kuatnya balatentara Salakanagara. "Purasaba" (Ibukota) Salakanagara dibangun di Teluk Lada dan dinamainya "Rajatapura" (tempat/kota kedudukan raja) sebagai pusat pemerintahanya.
Untuk melancarkan roda pemerintahanya dibentuklah "mandala-mandala" (daerah-daerah) bawahan/kerajaan mandala, yaitu kerajaan mandala Ujung kulon di bawah pemerintahanya Raja Bahadura Harigana Jaya Sakti adik pangeran Dewawarman (yang meliputi wilayah Lebak sekarang). Purasaba kerajaan Ujung Kulon kemungkinan berelokasi di sekitar teluk penanjung yang memanfaatkan teluk itu untuk prasarana transportasi, komunikasi dan perdagangan sebagai pelabuhan alam karena kurang dan sulitnya jalan darat.'
Adapun Salakanagara pendapatanya dari hasil laut, penanaman lada, peternakan, hasil hutan dan pertambangan besi, tembaga, mas dan perak. Dengan adanya aneka ragam pendapatan tersebut, penguasa Salakanagara dapat memberikan kemakmuran bagi rakyatnya.
Seperti yang diutarakan dimuka, bahwa Pangeran Dewawarman dan rombonganya mencari vazal bagi kerajaan asalnya, dengan demikian Salakanagara berada di bawah pengaruh Calankayana di India. Sebagai Vazal, Salakanagara memberikan upeti tahunan kepada Calankayana dan kerajaan induk itu mengirimkan kain sutra, permadani, senjata dan kapal laut. Selain dari pada itu, dikirimkan pula para pendeta hindu ke Salakanagara untuk mendidik masyarakat dalam agama Hindu, sehingga seterusnya agama Hindu menjadi agama mayoritas penduduk Salakanagara menggantikan kepercayaan semula.
pada tahun 150, seorang pengembara yaitu Ptolemeus tiba di Salakanagara bersama dengan rombonganya pedagang dari India menetap di purasaba Rajatapura. Ptolemeus sangat mengagumi Salakanagara yang disebutya Argyre (kota perak).
Keberhasilanya Dewawarman dan permaisurnya dalam membesarkan Salakanagara dan membawa rakyat Salakanagara pada kemakmuran dan kesejahteraan, membuat pasangan penguasa tersebut sangat dihormati rakyatnya, dan dianggap sebagai penjelmaan Dewa Wisnu (Dewa penjaga dan pelindung manusia ), dan permaisurinya dianggap sebagai jelmaan Dewi Sri (istri Dewa Wisnu), Dewa wanita pelindung tanaman , ternak dan keseburan.

3.Silsilah raja.
Salakanagara berlangsung dari tahun 130 sampai tahun 358, di bawah pemerintahan Dewawarman I sampai VIII. Adapun raja terakhir, yaitu Dewawarman VIII tidak mempunyai anak laki-laki, hanya memiliki anak perempuan saja, sehingga tidak memiliki putra mahkota (penerus tahta). Pada masa pemerintahan Dewawarman VIII, datanglah seorang maharesi muda dari Calankayana, yang memberitahukan pada Dewawarman VIII bahwa Calankayana telah ditaklukan oleh kerajaan Magada di bawah pemerintahan Maharaja Samudragupta. Pada masa itu, politik ekspansi maharaja samudragupta berhasil menaklukan hampir seluruh kerajaan di India. Untuk Seterusnya Maharesi muda bernama Jayasingawarman itu tinggal di purasaba Rajatapura dan akhirnya menikah dengan putri Dewawarman VIII. Karena kecakapan dan keperwiraanya, Jayasingawarman diangkat sebagai penerus tahta Salakanagara.
Sementara itu, Maharaja Samudragupta makin meluskan wilayah Magada keluar India. Diantaranya mencari daerah jajahan Calankayana atau daerah pengaruhnya. Untuk menghindari adanya penyerbuan Magada mengingat sangat kuatnya balatentara kerajaan itu, Dewawarman VIII memerintahkan kepada menantunya untuk mendirikan pusat pemerintahan baru (di daerah kecamatan Tarumajaya, Muaragembong, Sukawangi dan Cabangbungin kabupaten Bekasi sekarang), usaha Jayasingawarman berhasil, kemudian Dewawarman VIII menyerahkan tahtanya pada Jayasingawarman. Seterusnya Salakanagara berganti nama menjadi Tarumanagara (358).

Raja-raja yang pernah memerintah di Kerajaan Salakanagara :

Prabu Dharmalokapala Dewawarman (Dewawarman I)
Prabu Digwijayakasa Dewawarman (Dewawarman II)
Prabu Singasagara Bimayasawirya Dewawarman (Dewawarman III)
Prabu Darmasatyanagara Dewawarman (Dewawarman IV)
Prabu Darmasatyajaya Dewawarman (Dewawarman V)
Prabu Ganayanadewa linggabumi Dewawarman (Dewawarman VI)
Prabu Digwijaya Satyaganapati Dewawarman (Dewawarman III)
Spatikarnawa Warmadewi
Prabu Darmawirya Dewawarman (Dewawarman VIII)



8/25/2013

KERAJAAN HINDU DI NUSANTARA



KERAJAAN HINDU DI NUSANTARA
OLEH :
Arya Santhyabujangga





1.       Kerajaan Kutai di Kalimantan timur tahun 400 M (Kerajaan Hindu)
Raja yang pertama : Kudungga
Raja yang terkenal : Mulawarman
2.       Kerajaan Tarumanegara di Jawa Barat tahun 500 M (Kerajaan Hindu)
Raja yang terkenal : Purnawarman
3.       Kerajaan Mataram Hindu di Jawa Tengah tahun 732 M (Kerajaan Hindu)
Raja yang pertama : Sanjaya
Raja yang terkenal : Balitung
4.       Kerajaan Medang di Jawa Timur abad IX (Kerajaan Hindu)
Raja yang terkenal : Empu Sendok:
5.       Kerajaan Kahuripan di Jawa Timur tahun 1073 M (Kerajaan Hindu)
Raja yang pertama dan terkenal : Airlangga
Kerajaan Kediri di tepi Sungai Berantas Jawa Timur abad XII M (Kerajaan Hindu)
Raja yang pertama : Jaya Warsa
Raja yang terkenal : Jaya Baya
6.       Kerajaan Singasari di Jawa Timur tahun 1222 - 1292
Raja yang pertama : Sri Rajasa (Ken Arok)
Raja yang terkenal : Kertanegara (Joko Dolok)
7.       Kerajaan Majapahit di Delta Brantas tahun 1293 - 1520 (Kerajaan Hindu)
Raja yang pertama : Raden Wijaya
Raja yang terkenal : Hayam Wuruk
Raja yang terakhir : Brawijaya (Kertabumi)
Patih yang terkenal : Gajah Mada
8.       Kerajaan Pajajaran di Priangan (Jawa Barat) tahun 1333 (Kerajaan Hindu)
Raja yang terkenal : Sri Baduga Maharaja                                                 
 Raja yang terakhir : Prabu Sedah

Lapisan Tubuh Manusia



TRI SARIRA (Tiga lapisan tubuh pada manusia)

Oleh : Arya Santhyabujangga






1.  Tri Sarira terdiri dari dua kata, yaitu “Tri” yang artinya tiga dan “Sarira” yang artinya badan. Jdi Tri Sarira artinya tiga lapisan badan manusia yang memiliki fungsi dan kualitas yang berbeda.

2.  Bagian-bagian Tri Sarira yaitu:
a.  Stula Sarira adalah lapisan badan paling luar. Disebut juga badan kasar atau badan wadag. Stula Sarira merupakan organ-organ tubuh yang dapat dilihat dan diraba yaitu fisik manusia. Stula Sarira terbentuk dari unsur Panca Maha Bhuta, yaitu:
1.  Pertiwi adalah segala zat yang padat. Contohnya: tulang, otot, daging, kuku, dan rambut.
2.  Apah adalah segala zat yang cair. Contohnya: darah, dan lender.
3.  Teja adalah segala zat panas. Contohnya: suhu badan.
4.  Bayu adalah udara. Contohnya: nafas.
5.  Akasa adalah zat eter. Contohnya: rongga tubuh

b.  Suksma Sarira atau badan halus adalah lapisan badan yang tidak dapat dilihat dan diraba, yaitu alam pikiran manusia. Alam pikiran letaknya jauh di dalam badan sehingga disebut dengan badan halus. Badan Halus dalam Agama Hindu disebut Suksma Sarira. Suksma Sarira adalah pikiran atau ingatan. Suksma Sarira dalam Bahasa Sansekerta disebut citta. Ingatan atau citta adalah pengalaman yang dibuat tubuh, dipikirkan, dilihat dan dirasakan selama manusia hidup di dunia ini.Citta adalah salah satu unsur yang membentuk watak atau budi seseorang
c.  Antakarana Sarira adalah lapisan badan yang paling halus yaitu Atman. Antakarana Sarira disebut juga badan penyebab. Atman inilah yang menjiwai manusia sehingga bisa hidup dan beraktivitas. Atma adalah yang paling berkuasa dalam tubuh manusia. Atma yang membentuk gerak pikiran dan tingkah laku manusia.

3.  Fungsi dari Tri Sarira adalah untuk menentukan kehidupan manusia di dunia ini. Tubuh manusia (Stula Sarira) adalah alat dari pikiran (Suksma Sarira). Sedangkan atman yang menentukan gerak pikiran manusia. Pikiran dipengaruhi oleh Tri Guna yaitu Satwam, Rajas dan Tamas. Apabila ingatan dipengaruhi oleh Satwam, maka seseorang akan menjadi bijaksana, pandai, pemaaf. Apabila ingatan dipengaruhi oleh guna Rajas maka seseorang menjadi pemarah, pendendam dan agresif. Apabila ingatan dipengaruhi oleh Tamas, maka seseorang akan menjadi malas, loba dan rakus. Jadi Stula Sarira adalah alat dari pikiran, Suksma Sarira adalah pelaksana atau yang menggerakkan, sedangkan Antakarana Sarira adalah menentukan arah gerak.